Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Tradisi dan Kontradiksi Pengenalan Kampus, Dihapuskan atau Malah Harus Dilestarikan?

OPINION ARTICLE Kampus... Setiap tahun akan selalu ada cerita menarik seputar ospek atau masa orientasi mahasiswa atau saat ini sebutannya sudah berganti menjadi PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru), ah.. banyak sekali istilah untuk menyebut masa pengenalan ini. Tapi, mau sebutannya MOS, MPLS, OSPEK, atau PKKMB semuanya seakan disatukan dengan sebuah tradisi yang sama. Tradisi yang mungkin selalu ada di setiap generasi, tradisi yang mungkin dirasakan oleh setiap angkatan, ah tapi mungkin tradisi ini tidak berlaku untuk angkatan tahun 2020 dan 2021, karena di tahun tersebut Pandemi Covid 19 sedang aktif menginvasi setiap sendi kehidupan manusia tak terkecuali pada aspek pendidikan. Aku masih ingat betul di tahun itu seluruh kegiatan pendidikan khususnya OSPEK dilakukan via daring atau online , jadi mungkin tradisi itu tidak dirasakan oleh mereka. Dari tadi, aku menyebut tradisi, tradisi, dan tradisi. Lantas apa sih tradisi yang kumaksud saat ini? Yah... pada dasarnya tradi...

CULTURE SHOCK? Kehidupan Kampus Ternyata....

 EXPERIENCE ARTICLE       Tidak terasa, aku sudah melewati masa SMA selama tiga tahun lamanya. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa aku merupakan lulusan satu-satunya madrasah negeri yang ada di Bangkalan, sebuah kota sekaligus ibukota Kabupaten, tanah kelahiranku yang dijuluki sebagai kota santri. Ya, aku adalah mantan santri yang bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan angkatan 41 dan lulus pada bulan Juli 2022 lalu.     Kini, aku menginjak bangku perkuliahan dan lagi-lagi mengenyam pendidikan strata 1 di satu-satunya kampus negeri di Pulau Madura, apalagi kalau bukan Universitas Trunojoyo Madura. Ya, aku berkuliah di sana, di sebuah tempat yang sekalipun tak pernah ada dalam bayangan ku dengan program studi Ilmu Komunikasi sebagai jurusan yang kini aku pilih dan tekuni.      Selama bertahun-tahun aku memimpikan sebuah kehidupan kampus yang luar biasa indah, bak di sinetron-sinetron picisan. Selama ini aku hanya bisa mend...

Dibodohi Oleh Dongeng

OPINION ARTICLE     A ku masih ingat betul, saat berusia 4 10 tahun aku sangat menyukai dongeng-dongeng atau cerita rakyat yang biasanya ku baca lewat buku-buku yang di belikan oleh orang tua. Dahulu aku hanya berpikir bahwa kisah-kisah yang aku baca begitu "magical", luar biasa, yang jahat akan dikalahkan oleh yang baik. Untuk pikiran naif anak-anak kisah-kisah yang diceritakan terasa tidak ada masalah sama sekali dan baik-baik saja. Karena memang pemikiran anak kecil begitu sederhana seperti, "Penjahat pasti akan kalah", "Yang buruk rupa pasti orang jahat", "Dia nggak salah soalnya tokoh baik dan pemeran utama", "Wah hebat banget bisa mengalahkan penjahat", "Wah keren ajaib sekali kekuatannya". Ya... itu pemikiran-pemikiran naif ku dahulu ketika masih kanak-kanak, dan aku yakin para pembaca sekalian juga memiliki argumentasi yang sama pula.     Namun, ketika aku beranjak dewasa, di mana pemikiran dan opini-opini sudah mulai ...